4 Alternatif Investasi dengan Modal Rendah

4 Alternatif Investasi dengan Modal Rendah

Investasi merupakan hal yang sangat penting dalam hidup kita.

Dengan melakukan investasi, kita dapat mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan jika terjadi di masa yang akan datang.

Investasi sedikit berbeda dengan menabung, dimana jika kita melakukan investasi, maka kita mengharapkan adanya manfaat yang didapat (growth).

Growth yang dimaksud dapat berupa bunga, kupon, deviden, kenaikan harga objek investasi, dll.

Oleh karena itu, inflasi juga berfungsi untuk menangkal inflasi atau kenaikan harga dengan adanaya growth yang didapat.

Sekarang ini, sudah tersedia sangat banyak alternatif investasi dengan modal yang sangat rendah.

Berikut ini adalah daftar 10 alternatif investasi dengan modal rendah :

  1. Deposito Berjangka

Deposito

Siapa yang tidak tahu lagi dengan deposito?? pastinya semua orang sudah tidak asing dengan namanya deposito.

Deposito berjangka adalah salah satu jenis investasi dimana kita menabungkan uang kita pada bank dalam jangka waktu tertentu, mulai dari 1, 3, 6, 12 bulan, dan seterusnya.

Growth yang akan anda dapatkan dari deposito sama seperti pada tabungan umumnya adalah berupa bunga.

Semakin lama jangka waktu melakukan deposito, maka akan semakin besar pula tingkat suku bunganya (growth).

Bedanya deposito dengan tabungan yang biasa anda gunakan adalah pada deposito uang yang anda investasikan tidak dapat ditarik sampai jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan.

Suku bunga yang diperoleh dari deposito dapat sampai 6% per tahun tergantung bank mana yang anda pilih.

Modal minimum untuk melakukan deposito termasuk relatif rendah yaitu hanya sebesar Rp.1.000.000.

  1. Reksadana

Reksadana

Reksadana adalah surat berharga yang diterbitkan oleh manajer investasi kemudian dijual kepada para investor.

Dimana hasil penjualan reksadana digunakan untuk membuat portofolio investasi agar resiko menurun, namun keuntungan relatif besar.

Growth yang diperoleh dari reksadana berupa peningkatan NAB (Nilai Aktiva Bersih).

Terdapat banyak jenis reksadana yang tersedia sekarang ini misalnya reksadana saham, fix income, campuran, pasar uang, dan yang lain sebagainya.

Peredaanya terletak pada portofolio yang akan dibuat, misalnya pada reksadana saham, maka portofolio yang dibuat adalah portofolio saham.

Sedangkan, jika reksadana fix income maka portofolio obligasi yang akan dibuat, dan pada reksadana campuran, portofolio yang dibuat adalah campuran dari saham dan obligasi.

Tingkat kenaikan NAB (Nilai Aktva Bersih) akan sangat bergantung dengan jenis reksadana apa yang anda investasikan.

Semakin besar tingkat pertumbuhan dari suatu jenis reksadana maka semakin besar resikonya.

Misalnya, reksadana fix income memiliki pertumbuhan sebesar 7% - 7,7%, sedangkan reksadana saham memiliki pertumbuhan lebih besar yaitu 11,3% - 14,8% hanya saja resiko kerugian (penurunan NAB) juga tinggi.

Modal minimum yang diperlukan untuk investasi reksadana sendiri termasuk sangat rendah yaitu hanya sebesar Rp.10.000.


  1. Emas

Emas

Yang dimaksud emas dalam konteks ini bukanlah emas dalam artian perhiasan seperti kalung atau cincin.

Melainkan berupa logam mulia atau emas batangan yang biasanya terdapat sertifikat atas kepemilikan.

Untuk tingkat pertumbuhan atau kenaikan harga emas akan sangat bergantung pada tingkat inflasi, jadi nilai emas tentunya akan selalu mengalami kenaikan.

Modal awal untuk investasi emas termasuk sangat rendah.

Jika anda ingin berinvestasi emas yang berwujud maka modal awal yang diperlukan mulai dari Rp.615.000 untuk setiap 1 gram emasnya.

Selain itu, anda juga dapat membeli emas dengan menggunakan pihak ketiga (Anda tidak menyimpan emasnya) misalnya di bukaemas (milik bukalapak) dengan modal awal yang relatif sangat rendah yaitu Rp.3.075 untuk setiap 0,005 gram emas.

Anda juga dapat membuka tabungan emas di pegadaian setempat dengan modal awal yang relatif sangat rendah.

  1. Bitcoin

Bitcoin

Bitcoin adalah salah satu mata uang digital atau cryptocurrency dengan sistem yang terdesentralisasi dengan teknologi blockchain.

Pertumbuhan dari nilai (growth) dari termasuk sangat fluktuaktif yang dapat sangat meguntungkan dan merugikan (resiko sangat besar).

Contohnya, pada tahun 2012 untun mendapatkan 1 bitcoin hanya perlu modal sebesar Rp.80.000.

Dan pada akhir tahun 2017, harga bitcoin mencapai tingkat tertingginya yaitu sebesar Rp.269.000.000 untuk per 1 bitcoin.

Kemudian pada awal tahun 2018, bitcoin kembali mengalami penurunan menjadi sekitar Rp.150.000.000 untuk per 1 bitcoin.

Karena harga yang sangat fluktuaktif inilah yang menyebabkan bitcoin sebagai sarana investasi yang sangat beresiko tinggi.

Ditambah lagi, sekarang ini sudah mulai banyak negara yang melarang mata uang bitcoin.

Untuk memulai investasi bitcoin dapat dilakukan di bitcoin.co.id dan terdapat juga aplikasinya untuk versi android (link : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.co.bitcoin).

Modal awal yang diperlukan sangat variatif atau sesuai dengan keinginan anda.

Comments